14 Des 2010

Bagaimana kabar disket sekarang?

0 komentar
Disket? Ya nama benda yang satu ini adalah “disket”. Mungkin sebagian anak muda zaman sekarang tidak begitu familiar dengan benda “kecil” yang satu ini. Namun jika Anda sudah mengenal komputer pada era 80an hingga awal 2000an, maka benda ini sudah bisa dipastikan menjadi pegangan Anda sehari-hari, layaknya flash disk pada saat ini. Lalu apakah disket sama dengan flash disk? Ya tentu saja, fungsi kedua benda ini memang sama-sama sebagai media penyimpanan, namun dibedakan oleh ukuran dan kapasitasnya.

Saat ini sudah tidak begitu banyak orang yang menggunakan disket atau istilah komputernya disebut floppy disk, bahkan bisa dibilang barang langka, karena sudah tergusur dengan media penyimpanan lain seperti CD-RW, DVD-RW, Flash disk atau Zip drive. Kalau dulu sih pada saat merakit PC atau melihat paket-paket penjualan yang diberikan oleh toko. Tanpa adanya floppy disk kok sepertinya masih ada yang kurang. Tapi ya begitulah kenyataannya, lain dulu lain sekarang.

Sejarah floppy dimulai di tahun 1967, saat IBM memerintahkan divisi media penyimpanannya untuk menciptakan sebuah sistem yang sederhana dan tidak mahal untuk meloading microcode ke dalam mainframe mereka yaitu 370. Mainframe 370 adalah mesin yang pertama menggunakan memory semikonduktor, dimana pada saat daya listrik dimatikan, microcode harus di-load ulang. Normalnya, tugas itu bisa dilakukan dengan menggunakan tape drive. Tapi tape drive tersebut terlalu besar dan lambat, sedangkan IBM menginginkan sebuah alat yang lebih cepat dan kecil serta dapat di gunakan untuk transfer data antar komputer. Untuk membandingkan ukurannya dibawah ini saya tampilkan gambar komputer dan tape drivenya.
IBM370
Tape Drive

Di bawah pimpinan seorang yang bernama Alan Shugart, para teknisi di IBM berhasil mengembangkanfloppy disk yang pertama di tahun 1971. Pada waktu pertama kali ditemukan, namanya bukanlah floppy, melainkan memory disk. Nama “floppy” yang berarti fleksibel muncul karena memory disk tersebut sangat fleksibel. Di jaman itu, floppy dianggap sebagai penemuan yang revolusioner karena portable dan memudahkan transfer data.

Floppy disk pertama itu berukuran 8 inchi (20cm), dapat menampung 80 KB dan terbuat dari oksida besi bermagnet. Pada floppy itu dulunya belum ada jaket pelindung yang terbuat dari plastik seperti yang ada sekarang ini. Tapi karena debu dan kotoran menjadi masalah yang serius, mereka membungkus floppy tersebut dengan plastic yang dilapisi kain untuk membersihkan debu yang menempel . Tahun 1975, sebuah perusahaan yang bernama Burrough Corporation mengembangkan prototype floppy drive berukuran 5 1/4 inci. Namun dalam kelanjutannya, Burroughs Corporation memutuskan untuk tidak melanjutkan proyek ini.
Di tahun 1976, Jim Adkisson yang merupakan salah satu bekas pegawai Alan Shugart ditawarkan proyek oleh Wang Laboratories. Menutrut Wang, format disk 8 inci terlalu besar untuk digunakan pada computer desktop yang sedang meraka kembangkan saat itu. Ada fakta yang menarik mengenai disk berukuran 5 1/4 inci ini. Saat melakukan pertemuan dalam sebuah bar di Boston, Adkisson bertanya kepada An Wang yang merupakan pimpinan dari Wang laboratories, sebesar apakah disk yang ia inginkan?. Kemudian Wang menunjuk ke sebuak serbet makan dan berkata “sebesar ini”. Jin Adkisson lalu membawa serbet itu yang kemudian dijadikan ukuran standar untuk disk 5 1/4 inci.
Disket 3 1/2 inchi dan 5 1/4 inchi

Pada awal tahun 80-an, disk 5 1/4 inci mulai digeser kedudukannya. Berbagai ukuran disk ditawarkan oleh berbagai perusahaan. Mulai dari ukuran 2 inci, 2 1/2 inci, 3 inci dan 3 1/2 inci. Dan masing-masing system computer menggunakan formatnya sendiri-sendiri. Di tahun 1981, Sony memperkenalkan disknya yang berukuran 3 1/2 inci. Tapi semuanya berubah di tahun 1984 saat Apple Computer memilih format disk produksi Sony tersebut. Pihak Apple menggunakan disk tersebut untuk di pasangkan di computer Macintosh yang akhirnya menjadi standar di Amerika.

Seperti semua teknologi, disk 3 1/2 inci ini juga mengalami evolusi. Pada awalnya , disk ini mempunyai kapasitas 360 KB untyuk single sided dan 720 KB untuk yang double sided. Sebuah format baru yang bernama high density meningkatkan kapasitasnya menjadi 1,4 MB. IBM< menggunkan format high density itu pada computer seri PS/2 di tahun 1987. Sedangkan Apple mulai menggunakannya pada MacIntosh IIx di tahun 1988. Namun, justru Apple Macintosh yang dulunya mempopulerkan penggunaan floppy ini, mulai menghilangkannya di produk iMac pada tahun 1998.

Perbandingan Ukuran Disket

Kini, setelah teknologi berkembang dengan lebih cepat, keberadaan disket digantikan dengan CD-RW yang memiliki kapasitas maksimum 700 MB dan kemudian berevolusi dengan diproduksinya DVD-RW dengan kapasitas maksimum 8 GB, hingga diproduksinya Flash Disk dengan kapasitas maksimum 16 GB dengan ukuran yang jauh lebih kecil dari disket. Pertanyaannya sekarang, bagaimanakah nasib disket-disket tersebut sekarang?. Pihak Sony sebagai satu-satunya produsen disket saat ini telah mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan total produksinya pada awal tahun 2011. Walaupun Di masa jayanya tahun 2000, Sony sempat mengapalkan sampai 47 juta unit disket. Namun kedatangan perangkat penyimpanan baru seperti USB drive atau CD secara perlahan membunuh disket.

Namun jangan khawatir bagi Anda yang sangat mencintai koleksi disket Anda karena telah sangat berjasa bagi kehidupan Anda, atau bagi Anda yang masih memiliki koleksi disket di rumah dalam jumlah besar, mungkin Anda bisa mempertimbangkan untuk membuatnya menjadi lebih berguna dengan menjadikannya sebagai karya seni atau barang daur ulang seperti tempat pensil, notebook atau bahkan tas gaul seperti ditunjukkan gambar berikut ini.

Tempat Pensil dari Disket 
Tas dari Disket

NoteBook dari Disket

Semoga artikel ini berguna bagi pengetahuan dan inspirasi Anda.
Salam Teknologi… ^_^

Leave a Reply