7 Jul 2011

Listrik Prabayar hemat? atau Ribed?

0 komentar
Listrik Prabayar (LPB) adalah layanan terbaru dari PT. PLN (Persero) kepada konsumen dalam mengelola konsumsi listrik melalui elektronik prabayar (MPB). Sebelumnya kita menggunakan listrik pascabayar, nah sekarang Prabayar sama ajah kayak kita menggunakan voucher handphone, kalo pulsa habis gak bisa buat nelpon, sms atau internetan kan???? nah begitu juga dengan listrik ini, kalo “pulsa” habis ya listrik mati. Disitu kita bisa melatih kemampuan kita untuk berhemat, jangan boros listrik kalo gak mau keseringan beli token.

LPB menggunakan sistem “token” dan mengikuti standard transfer specification (STS). Kalo di LPB ini istilah voucher diganti jadi Token. Token itu sendiri adalah 20  digit angka yang unik dan berisi informasi untuk dimasukkan ke dalam kWh meter LPB yang didapatkan oleh setiap pelanggan pada saat membeli energi listrik di delivery channel PLN. Untuk transaksi pembelian voucher/token LPB yang digunakan adalah nomor seri meter, terdiri atas 11 digit. Struk adalah bukti pembelian energi listrik PLN dari tiap delivery channel PLN yang berisi Token.
Nilai token terdiri dari unsur kWh, PPJ, PPN dan Materai. Pilihan token mulai dari Rp. 20.000 sampai 1 juta. Jadi tinggal pilih pemakaian rata-rata kita perbulan berapa beli deh token dengan pulsa yang sesuai dengan pemakaian sebulan kita.

Waktu pertama kalinya PLN meluncurkan LPB ini konsumen masih diberi pilihan jika mau merubah daya, mau pake Pascabayar atau pindah ke Prabayar? Tapi mulai sekarang Pasang Baru maupun Ubah Daya harus sudah pindah ke LPB,

PROSES LAYANAN

Pasang Baru
1. Calon pelanggan melakukan pendaftaran dilengkapi dengan KTP dan sket lokasi
2. Petugas PLN melakukan survey lokasi
3. Penertiban surat persetujuan
4. Pelanggan menyampaikan sertifikasi laik operasi (SLO)
5. Calon pelanggan membayar biaya penyambungan dan token perdana
6. Calon pelanggan menandatangani surat perjanjian jual beliu tenaga listrik
7. Petugas PLN melaksanakan penyambungan (hanya tiga hari kerja)

Ubah Tarif/Daya
1. Pelanggan melakukan pendaftaran dilengkapo dengan KTP
2. Penertiban surat persetujuan
3. Pelanggan membayar biaya administrasi/biaya penyambungan dan token perdana
4. Calon pelanggan menandatangani surat perjanjian jual beli tenaga listrik
5. Petugas melaksanakan penyambungan (hanya 2 hari kerja)


Pascabayar (Postpaid) ke Prabayar (Prepaid)
1. Calon pelanggan melakukan pendaftaran dilengkapi dengan KTP dan sket lokasi
2. Penertiban surat persetujuan
3. Pelanggan membayar biaya penyambungan dan token perdana
4. Calon pelanggan menandatangani surat perjanjian jual beli tenaga listrik
5. Petugas melaksanakan penyambungan (hanya dua hari kerja)
Pembelian token dapat dilakukan di Bank Bukopin (ATM), Internet dan SMS Bank Bukopin, Payment Point Online Bank (PPOB).

Proses Pemasukan dan Isi Ulang Token
1. Pelanggan membeli token langsung ke Bank Bukopin atau Bank lain yang sudah bekerja sama dengan PLN atau dapat melalui ATM
2. Pelanggan mendapatkan struk pembelian yang berisi nomor token berjumlah 20 digit
3. Pelanggan memasukkan 20 digit nomor token tersebut ke alat LPB
4. Listrik pun langsung menyala
5. Pelanggan dapat lebih mengendalikan pemakaian listrik dan jika pulsa sudah habis belilah token lagi agar listrik di rumah tidak padam
6. Mudah bukan????

Keunggulan dan Manfaat Prabayar
a. Mengendalikan sendiri pemakaian listrik
b. Pembelian token disesuaikan kemampuan
c. Tidak ada sanksi pemutusan
d. Privasi tidak terganggu
e. Kemudahan pembelian token/pulsa
f. Tanpa Uang Jaminan Pelanggan
g. Tanpa dikenakan biaya beban
h. Biaya penyambungan pasti
i. Pelaksanaan penyambungan cepat
Mudah dan yang pasti menguntungkan kan ???? Ayo mulai beralih ke Listrik prabayar, menguntungkan kita sendiri juga kerugian PLN bakal berkurang…

Leave a Reply